Latihan

Cerpen tentang militerisme dan patriotisme

Aslinya ini untuk lomba Gebyar bahasa sekolah.

“Jadi gimana nih?” kata nyokap gue yang minta gue ikutan latihan kemiliteran dasar yang diselenggarakan sekolah dimana gue belajar.

Gimana ya, mengingat gue tinggal di planet Irdyupp yang sangat militer banget. Asal lu tau aja ya, planet Irdyupp adalah salah satu planet paling militeris di sektor ini. Pemerintahannya aja pernah dipimpin full ama militer (baru-baru ini ada demo yang memaksa Pemimpin Besar Kato Milchron mengembalikan peran sipil dalam politik Irdyupp, dan itu baru sebulan yang lalu!) Plus, gue ke sekolah setiap hari kerja (3 hari dalam 5 hari seminggu) aja pasti diwarnai poster-poster dengan slogan-slogan kayak gini:

SATU BANGSA, SATU PLANET!
JAYALAH KSATRIA IRDYUPP!
BANGSA KITA KUAT DENGAN TENTARA YANG KUAT!
HORMATILAH PARA MARTIR YANG MEMBEBASKAN SAUDARA DARI JAJAHAN TERRA!
dan lain-lain.

Padahal gue gak suka ama militer dimana-mana. Ngapain coba. Masa kehidupan lu mau disadap ama militer?! Gasuka kan?

Dan gue bingung mau ikutan latihan kemiliteran dasar itu atau nggak.

Akhirnya gue menyerah. “Oke mah, saya bakal latihan kok,” kata gue.

Esok siangnya, gue berada di sekolah umum D-123 deket rumah gue, untuk memulai perjalanan gue dalam latihan kemiliteran dasar. Di sana, kepsek Kiettron Mildeo, bilang kayak gini dalam sambutannya: “Latihan kemiliteran dasar ini memiliki dua tujuan: Agar anak-anak kita cinta negara dan Irdyupp, dan agar anak-anak kita dapat kita siapkan mentalnya bagi masa depan mereka.”

Lalu ada prosesi pembacaan Amanat Pemimpin Besar Irdyupp tentang Pendidikan (yang harus dihafal dan diikuti seluruh siswa seluruh sekolah se-Irdyupp) yang gue kutip dibawah:

…dan jika tensi meningkat, jika negara dan planet ini dalam keadaan bahaya, bersiaplah untuk mengorbankan diri demi planet ini, seperti para pahlawan yang telah mengorbankan dirinya demi membebaskan Irdyupp dari cengkraman Terra…

Lalu perjalanannya dimulai. Dari sekolah, kita naik “boks”. Itu loh, kendaraan transportasi tentara yang kabin dalamnya hampir tertutup penuh. Cuma ada jendela di depan kabin sopir.

Kayak gini:

Perjalanannya membutuhkan waktu 4 jam (1 jam Irdyupp=3 jam Terra -pen). Soalnya:

  1. macet
  2. jaraknya sangat jauh, 120 lin! (1 lin=8 km -pen)
  3. Banyak rintangan; dan
  4. Jalannya naik turun.

Dan kita sampai ke tujuan: DIRASH HOTEL! Gue kira bakal ke barak tentara gitu. Ternyata di hotel toh. Plus, sampenya udah malem banget, jadi … kita satu angkatan disuruh bagi jadi kelompok, lalu cari kamar (“Seluruh kelompok harus punya kamar!”) dan gue masuk kelompok yang isinya ada 3 orang termasuk gue. Lalu disuruh tidur.

Keesokan harinya, FREEEEEEENG!!
Kita dibangunin ama suara klakson yang gak enak didengar. Sangat sangat tidak enak didengar. Di depan kamar kita ada seorang prajurit Tier-1. Cuma ngasih tau aja, prajurit Tier-1 adalah subspesies ras Irdyupp yang paling maju evolusinya. Gak kayak kita yang masih punya kulit kusam dan burem, prajurit Tier-1 udah lebih canggih dan lebih misterius: tubuh mereka tranlusen. Serius. Seluruh prajurit Tier-1 adalah “korban” eksperimen genetik. Plus mereka bisa mengontrol pikiran kita, termasuk gue (teknisnya gitu, padahal gak dipake-pake kemampuan itu juga) dan juga mereka bisa telekinesis. Lu tau kan kekuatan yang bisa ngontrol benda pake pikiran itu, ‘kan? Ya itu. Plus, mereka juga bisa teleportasi–ato kalo pake sebuah slang word di sebuah novel asal Terra yang gue suka banget–ngejaunte. Oh iya, gue lupa: Prajurit Tier-1 adalah satu-satunya jenis penduduk Irdyupp yang bisa pergi ke planet lain.

Kita dikondisikan ama prajurit itu (dia memperkenalkan diri sebagai Killaxin Myrk T1-2085) dan katanya: “Selamat datang di latihan kemiliteran dasar. Sebentar lagi saya akan menteleportasikan kalian semua ke hall untuk presentasi pagi ini oleh Komandan Tentara Raya Irdyupp.”

Anjrit. KOMANDAN TENTARA RAYA?! Yang bener aja nih?!! Wah wah wah. Sekolah gue niat banget sampe ngundang komandan! Lalu gue sadar. Sekolah ini kan sekolah para elit. Cuma orang yang saat tes penempatannya nilainya 98+ ama para elit militer dan pemerintahannya aja yang bisa masuk. Yang berarti: teman-teman sekelompok ama gue jingkrak-jingkrak.

Myrk langsung menteleportasikan kita ke hall. Disana sudah ada sejumlah prajurit Tier-1, dan banyak orang yang diskusi, gimana ya tampangnya si komandan?

“Dan inilah, Komandan Tentara Raya Irdyupp!!”

Dia muncul tiba-tiba, dan tubuhnya tetap mirip ama para prajurit Tier-1 yang lain. “Ini,” katanya sembari munculnya sebuah hologram yang memperlihatkan sebuah planet, “adalah sebuah planet yang baru saja kita integrasikan dalam Sektor Kemakmuran Kolektif Irdyupp Raya. Hampir saja planet ini jatuh kedalam jurang kejam pemberontakan RIFTEK yang kita sudah tumpas banyak dekade yang lalu.

“…Ingatlah bahwa sudah jadi tugas kita untuk membuat Sektor Kemakmuran Kolektif yang akan membawa dan mengasimilasikan budaya Irdyupp ke banyak planet lain…Dan ingatlah bahaya laten RIFTEK! Kemakmuran kolektif harga mati!”

Lalu semua siswa berteriak “Ura! Ura! Ura!!” dan dimulailah latihannya. Sang komandan menghilang mendadak, lalu seorang prajuit Tier-1 memberikan presentasi tentang mengapa kita harus bela Irdyupp dan Dasar Inti Sektor Kemakmuran Kolektif dan bahaya laten RIFTEK.

Kata sang prajurit: “…Mari kita sukseskan dan bela Dasar Inti. Caranya mudah! Dimanapun kalian melihat gambar Kato Milchron, dimanapun kalian melihat bendera Irdyupp yang mulia dan suci itu, bungkuklah! Itulah tandanya bahwa kita memiliki kebudayaan yang berkepribadian Irdyupp yang anti terhadap budaya Terra yang telah meracuni anak bangsa kita. Marilah kita semua boikot seluruh produk Terra yang membanjiri toko kita! Hiduplah Pemimpin Kato!!…”

Setelah itu ada outbound activity (sebelumnya ada makan siang dulu), yang seluruhnya diselenggarakan dewan siswa sekolah. Gue bisa fun-fun-an disana, karena sampe malem outboundnya. Yang pasti ada makan malam habis outbound, lalu free time. Dan ini baru hari pertama loh. Besok gue bakal digembleng lagi mentalnya. Mungkin kita bakal mendaki gunung dekat hotel.

tamat